Laman

Sabtu, 02 Juni 2012

Hari Kesembilan dan Kesepuluh (Thailand)

Kami bangun jam 7 pagi dan menuju kamar mandi terlihat Sasha dan Ivan masih tidur jadi lampunya tidak kami nyalakan. Akhirnya Ivan terbangun jam 8 pagi dan dia langsung pergi. Kami pun sudah siap jam 9 pagi. Rencananya mau pergi bareng Sasha berhubung Sasha baru bangun dan kami ingin langsung pergi jadinya gagal jalan-jalan bersama Sasha. Kami pun menuju Pathong Beach, pertama kalinya saya hitchhiked di Phuket karena teman-teman saya malu. Kita akhirnya dapat tumpangan gratis dari wanita Thai yang tidak bisa bahasa Inggris. Wanita tersebut mengetahui arah tujuan kami dan kami diturunkan di dekat pom bensin karena kami  berbeda arah setelah itu. Kami pun menaiki tuk-tuk, dan masing-masing membayar 50 Baht. Sesampainya di Pathong, pantainya cukup buruk dibanding Krabi. Dan kami disana cuman buang-buang waktu. Saya sempat berfikir, "benar kata teman-teman traveler yang kami temui, mereka bilang bahwa Phuket tidak menarik untuk dikunjungi." Kami pun mencari tempat makan yang murah tetapi harganya cukup mahal didaerah sana. Saya habis 150 Baht hanya memakan Thai Noodle yang rasanya mie dicampur bumbu lotek. Kemudian sayapun pulang menaiki Songthew dan membayar 25 Baht untuk ke Phuket Town dan kami pun berhenti di tempat perempatan yang ada pom bensin seperti tadi. Karena kita tidak belok arah kalau ingin menuju apartemen Sasha. Kami pun mencari tumpangan gratis*hitchhiked lagi menuju apartemen dan untungnya ada yang mau mengantar kita menuju apartemen. Beliau sangat baik. Beliau seorang muslim yang ingin menolong kita sesama muslim. Kami diajak jalan-jalan dulu ke tempat belanja yang murah di banding di pathong. Karena terlanjur sudah beli barang di pathong saya sangat menyesal. Padahal beliau mengajak ke tempat yang sangat murah. Kemudian beliau mengantarkan kami pulang dan beliau sempet nawarin kami buat nganterin ke bandara  sore hari. Kami pun hanya akan membayar uang bensin sekitar 150 Baht. Setelah itu saya berpamitan kepada Sasha dan dia mengantarkan kami sampai depan gang tempat kami menunggu jemputan. Akhirnya datanglah penjemput kami, beliau sungguh baik. Kami pun diantarnya ke tempat keluarga beliau di tempat yang cukup terpelosok, di kampungnya terdapat atlet Muay Thai yang sedang latihan di Phuket. Kami pun menyempatkan diri berfoto dengan atlet-atlet Muay Thai. Kemudian kami diajak solat bareng dengan ayah beliau yang bisa disebut kyai haji di kampung tersebut. Kami pun solat berjamaah dan setelah itu berkenalan dengan anak dan istri beliau. Kami pun berpamitan dan diajak ke tempat martabak yang sangat manis dan minuman yang sangat enak green teanya mengocek kantung sekitar 12 baht. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju bandara dan kami diberi kartu nama oleh beliau ketika berpamitan. Kami pun akhirnya akan berangkat ke Bangkok pukul 19.30PM dimana pesawatnya delay 2 jam. Kami sampai di Bangkok sekitar pukul 11.20PM. Dan kami pun berencana menunggu MRT dan tidur di Bandara. Kami di Bandara sampai jam 06.30AM kemudian kami menggunakan MRT menuju tempat mangkal taksi dan membayar taksi 21 Baht perorang sesampainya di Khaosan Road. Kami menginap di penginapan yang cukup murah di daerah tersebut dengan membayar perorang 110 Baht. Kemudian kami mandi dan siap-siap menuju tempat wat pho dan grand palace dengan membayar taksi sebesar 15 Baht perorang. Tiket Masuk Wat Pho yaitu 100 Baht dan Tiket masuk Grand Palace yaitu 400 Baht. Kita berjalan-jalan di sekitar Bangkok dan ke Siam Square melihat pertunjukan Cosplay dan bertemu dengan kenalan yang sempat kita temui di Phi-Phi Island.

Rabu, 18 April 2012

Hari Kedelapan (Thailand)

Kami akhirnya akan pergi ke Phuket, kami memesan tiket minivan menuju Phuket dari tempat penginapan kami. Kami mulai berangkat jam 10.00, dijemput di penginapan, dan membayar biaya 300 Baht. Kami ditransfer minivan setelah sampai di daerah tempat penantian seperti terminal tempatnya. Dan Kami sampai di Tusco Lotus Supermarket jam 14.00, karena kami menunggu dijemput host "Sasha" disini. Kami pun terpaksa membeli kartu disana berhubung pulsa kita habis *curcol. Lalu kita dijemput Sasha setengah jam kemudian di McD karena kita makan dulu disana. Saya kira dia bawa kendaraan karena dia sempat jalan menuju parkiran, dan tidak tahunya kita jalan kaki cukup lama. Dan berhubung barang bawaan kami berat, saya pun lumayan lemas. Tapi, tetap harus jalan kaki menuju apartemennya, biarpun lemas tetap harus terlihat "fit" masa mau kalah sama cowok. Berhubung kalau saya jalan selalu cepat dibanding teman saya yang lain ketika dengan Sasha kita selalu terdepan ketika jalan. Saya pun menghadapi rintangan berupa anjing-anjing yang sangat banyak ketika kita melewati suatu gang. Dan pengalaman yang sangat jarang ditemui adalah dipeluk oleh seorang Sasha. Ketika saya takut anjing, Sasha melindungi saya dari anjing-anjing nakal itu. Teman-teman dibelakang saya bilang sih "curi-curi kesempatan." Ketika sesampainya di Phuket kami langsung mandi dan mengobrol dengan Sasha. Setelah itu kami bertemu dengan Ivan "roommate Sasha." Ivan berkebangsaan Rusia sedangkan Sasha berkebangsaan Ukreina. Setelah mandi dan beres-beres kami menuju tempat makan malam dengan jalan kaki. Perjalanan cukup jauh, Ivan menggunakan motor sedangkan kami bersama Sasha berjalan kaki. Dan saya menghabiskan 65 Baht untuk makan Tomyam. Kemudian kami pulang dan saking lelah berjalan langsung ingin tidur. Kalau saja kita tidak tidur, kita bisa minum teh bareng mereka. 

Senin, 16 April 2012

Hari Ketujuh (Thailand)

Kami bangun pagi jam 06.00 dan siap-siap untuk ikut Tour Phi-Phi Island. Kita memutuskan beli paket tour di tempat penginapan kami. Seperti biasa teman saya menawar harga untuk tour Phi-Phi Island, sehingga kami membayar tour tersebut seharga 1000 Baht perorang. Dan kami tinggal menunggu dijemput di penginapan kami untuk mengikuti tour tersebut. Kami berangkat jam 07.40 ternyata lebih cepat dijemput. Setelah itu kami diturunkan di Ao Nang dan disana kami dikasih nomer oleh tour Baracuda. Kami pun akhirnya naik kapal turbo yang menampung cukup banyak orang. Kami mengelilingi sekitar pulau-pulau di daerah Phi-Phi island. Sebelumnya kami sempat berkenalan dengan orang Italia yang bernama "Manu" dan kami pun berbincang-bincang seharian dengannya. Tournya sangat mengesankan, kami tidak perlu membawa peralatan snorkeling karena sudah tersedia dan tidak perlu bayar lagi untuk meminjamnya. Kami juga diberi makan siang prasmanan. Setelah itu kami berbelanja baju di Phi-Phi Island walau kata pemandu tournya jangan jauh-jauh karena nanti tersesat. Hehehe. Kami pun selesai tour sekitar jam 17.00 disana kami diturunkan sebentar di daerah Ao Nang karena kendaraannya ada masalah. Kemudian kami menunggu kendaraan bantuan yang datang sampai 1 jam. Kami sempat berkenalan dengan banyak bule dari berbagai negara. Setelah itu, kami janjian untuk bertemu dengan "Manu" di Night Market untuk makan malam. Sesampainya di penginapan kami langsung mandi dan siap-siap makan malam di Night Market, dan kami pun tidak sengaja bertemu dengan "Manu." Kami pun makan malam di tempat yang kemarin kita makan karena "Manu" ingin mencicipi Tom Yam yang kita ceritakan. Dia pun memakan Tomyam sampai berkeringat. Dan setelah selesai makan dan akan membayar, "Manu" menghadang tangan kami. Dia mentraktir makan kami bertiga. Wah, cukup menghemat uang dan kemudian hujan. Kami menunggu hujan reda di daerah dekat Night Market dan setelah reda kami jalan-jalan dan melihat dimana "Manu" menginap. Dia menginap di tempat yang bagus viewnya. Dan cukup mahal kalau buat kita. Hahaha. Setelah itu kami menuju penginapan dan berpisah dengan "Manu." Sebelum berpisah "Manu" janji akan mengungkap umurnya ketika di Bangkok nanti. Sebenarnya kami main tebak-tebakkan umur sebelumnya. Dan tebakanku umurnya sekitar 36 atau 37 tahun. Setelah sesampainya di penginapan kami pun istirahat karena besok kita akan melanjutkan perjalanan menuju Phuket.

Hari Keenam (Thailand)


Kami bangun sekitar jam 06.30 kemudian solat dan siap-siap mengelilingi Krabi sekitar jam 08.30 pagi. Awalnya kita berencana akan ikut phi-phi tour island pada hari itu. Tour Phi-phi islands dimulai pukul 08.00 pagi, jadi kami telat. Dan akhirnya kami mengikuti paket tiger cave dan naik gajah. Sebelumnya kami makan di sekitar daerah dekat penginapan dekat Night Market di restoran tersebut saya makan dengan mengeluarkan duit sekitar 150 Baht. Kami mengambil tour di daerah night market kami membayar 750 Baht buat paket tour tersebut, berkat teman saya yang pintar menawar harga. Kemudian kami disuruh menunggu di McD Ao Nang. Sebelum ke Ao Nang kami menaiki tuk-tuk dan membayar 50 Baht per orang dari tempat per4an dekat daerah Night Market. Kami kira sudah sampai di pantai Ao nang. Pantainya sangat sepi dan ternyata itu bukan Ao Nang melainkan pantai Nopparat Thara Beach. Disana kamipun sudah terlanjur jalan-jalan dan berfoto-foto. Kemudian kami menuju Ao nang menggunakan tuk-tuk yang seperti motor dan membayar 20 Baht perorang disana kami jalan-jalan disekitar pantai sambil menunggu jam 13.00 dimana tour kami dimulai. 
Setelah berkeliling di sekitar pantai Ao Nang kami menuju McD dan menunggu kendaraan yang akan menjemput kami. Kemudian datanglah yang menjemput kami walau agak lama menunggu karena datangnya jam 13.30. Kemudian kami menuju ke tempat gajah, disana kami naik gajah terlebih dahulu dengan disuguhi buah ketika sesampainya disana dan setelah puas menaiki gajah dan berkeliling kami menuju Tiger Cave. Di tiger cave kamipun mencari spot-spot yang bagus buat berfoto-foto. Kami selesai tour sekita jam 17.00 dan diantar menuju ke penginapan kami. Kami pun langsung istirahat sebentar dan mandi kemudian siap-siap cari makan di Night Market yang dekat dengan penginapan kami dengan jalan kaki. Kami makan di Night Market saya menghabiskan uang untuk makan sekitar 105 Baht. Setelah itu kami berkeliling di sekitar daerah Krabi dekat penginapan sampai jam 21.00. Kemudian kami istirahat menuju Baifern Mansion karena besok kita mesti bangun pagi untuk mengambil tour Phi-Phi Island.

Rabu, 11 April 2012

Hari Kelima ( Malaysia - Thailand )

Kami pun berangkat dari apartemen sekitar jam 07.00 pagi, dengan meninggalkan pesan di kertas. Segera ke Stasiun MRT di PWTC menuju ke stasiun Puduraya. Lalu kami mencari bus menuju Penang dan keberangkatannya jam 08.00 pagi. Kami hampir saja telat, untungnya kami sampai 15 menit sebelum keberangkatan bus. Saya mendapatkan tiket bus seharga 31 RM. Di dalam bus sangat dingin dengan perjalanan yang cukup lama sekitar 2,5 jam. Lalu sesampainya di Penang kami menyeberangi laut menuju Georgetown. Sesampainya di Georgetown naik free shutle bus kemudian turun dan naik taksi untuk mengelilingi dalam waktu sebentar. Hanya 2 tempat yang kami kunjungi, yaitu Peranakan Penang Mansion dan Boutique Chocolate. Masuk ke Peranakan Penang Mansion 10 RM. Kemudian kami memutari isi perumahan megah tersebut. Rumahnya penuh dengan barang antik dahulu kala dan cukup menyeramkan seperti rumah di film-film vampir China. Kemudian kami menuju ke Chocolate Boutique disana kami membeli cokelat dengan harga yang cukup terjangkau. Harga taksi untuk mengelilingi Penang 20 RM. Kalau saja kita punya waktu banyak duit taksi itu cukup mengelilingi seluruh Penang. Sebelum kami menaiki taksi kami membeli dahulu tiket minivan seharga 29RM ke Hatyai berhubung keberangkatan ke Krabi sudah lewat. Perjalanan kami mulai dari jam 16.00, menempuh waktu sekitar 3-4 jam menuju Hatyai. Di dalam minivan kami bilang ke supir untuk diturunkan di tempat untuk mencari bus menuju Krabi. Walaupun supir tersebut tidak terlalu fasih berbahasa Inggris dia sangat baik dan ramah. Kami pun berhenti terlebih dahulu di daerah Hatyai, dan membayar 1 RM untuk membeli surat yang akan diisi untuk imigrasi. Kemudian kami menuju ke tempat imigrasi Malaysia dan melanjutkan lagi perjalanan menuju keimigrasian Thailand. Nah, disini banyak banget yang ngantri, jadi kami cukup mengantri lama disini. Lalu kami lanjut lagi, kemudian supir tersebut sangat baik. Beliau mengantarkan kami menuju agen bus malam menuju Krabi. Setelah itu saya membeli tiket bus seharga 290 Baht. Selagi kami menunggu bus yang keberangkatannya pukul 20.00, kami makan noodle soup di Thailand dengan harga 40 Baht. Ketika memasuki bus ada tatapan mata dan senyuman dari bule ganteng ke arah saya. Dan kebetulan saya duduk di depannya. Teman saya pun menantang saya untuk berkenalan dengannya. Dengan rasa tanpa malu, langsung saja saya menghampirinya dan berkenalan di dalam bus. *Ups malah curcol. Cerita kisah ini nanti saja ya.. Didalam bus diputar alunan musik Thailand, dan bus tersebut ada yang banjir tampaknya dari AC. Temen saya pun pindah tempat duduk. Perjalanannya cukup memakan waktu lama dan kami sampai tengah malam. Kami pun say goodbye dengan bule bernama "DAN" tersebut. Disana kami langsung dihampiri orang Thailand yang mencarikan kendaraan tuk-tuk buat kita. Kami membayar tuk-tuk perorang 60 Baht. Kemungkinan mahal dikarenakan tengah malam dan kami cewek bertiga. Diantarlah kami menuju Guest House yang ada di buku mbak CK, tapi ternyata karena mahal dan tidak ada tempat buat 3 orang kami langsung dicarikan alternatif oleh pengendara tuk-tuk tersebut. Pengendara tuk-tuk tersebut mengantarkan kami ke Guest House yang cukup murah dan tidak jauh dengan night market. Saya membayar 150 Baht buat penginapan karena penginapan buat 4 orang dihitung menjadi 3 orang. Cukup rapih, bersih, nyaman, dan bisa Wifian gratis dalam kamar juga kamar mandi dalam. Tahu kenapa bersih? tiap malam saya buang sampah ke tong sampah 5 menit saya ingin buang sampah lagi selalu kosong lagi tempat sampahnya. Guest House ini tidak disebutkan di Referensi buku mbak CK. Dan kami pun langsung cuci muka, solat dan kemudian tidur untuk perjalanan besok di sekitar Krabi.

Hari Keempat (Malaysia)

Kami bangun tidur sekitar jam 06.30 pagi, lalu berangkat dari apartemen sekitar jam 08.30. Sedangkan pacarnya si bule tidur di sofa. Maafkan kami ya. Kami pun naik MRT dari stasiun PWTC menuju ke stasiun Mesjid Jamek karena kita akan menuju ke Dataran Merdeka, Masjid Nasional, dan Sri Mahariaman Temple. Kemudian kami mengunjungi KLCC dengan jalan kaki sampai muter-muter. Kami sempat ingin ke museum nasional berhubung tidak ketemu-ketemu sehabis jalan kaki kami langsung jalan ke tempat berikutnya. Kemudian kami mengunjungi China Town yang ada di Malaysia untuk membeli oleh-oleh. Setelah itu kami ke bukit bintang, disana kami makan-makanan padang Indonesia kemudian kami jalan-jalan disekitarnya. Harganya mahal karena saya makan porsi gede. Setelah itu kami pulang menuju apartemen "R." Disana kami istirahat sambil wifian dan dengar lagu. Kemudian tiba-tiba datanglah teman baru lagi cowok itu adalah "RE." Kami pun asik mengobrol dan berbincang dengannya sampai begadang lalu datanglah cewek bule asal Lithuania. Dia tampak lelah habis perjalanannya dari taman nasional. Lalu ketika hampir subuh datanglah "R", pacarnya si bule cewek, dan satu lagi teman barunya. Kamipun mengobrol sampai akhirnya mereka tertidur pulas di ruang depan. Kami pun segera mandi dan siap-siap menuju Penang.


Selasa, 10 April 2012

Hari Ketiga (Singapura-Malaysia)

Kami berangkat dari apartemen di Khatib sekitar jam 8 pagi, kebetulan tempat kami tinggal sangat dekat dengan tujuan bis menuju tempat perbatasan. Kami pun masukin uang $2 karena habisnya isi kartu EZ Link dan malas ngisi lagi. Kemudian kami menuju tempat terminal bis interchange di Yishun. Kami naik bus lagi warna ungu di Yishun Interchange yang nama busnya sbs transit tapi saya lupa nomer busnya kalau tidak salah bus No.357/356 kemudian masukin uang $2 di dekat supir. Kemudian sesampainya di perbatasan imigrasi kami menggunakan bus sbs transit No.7 lagi tapi tidak perlu bayar lagi, saking bodohnya saya, mengeluarkan $2 lagi ketika naik bus menuju Terminal Larkin Johor Baru. Sedikit beramal tidak apa-apa lah. Lalu kami menuju ke Malaka dengan membeli bus seharga 19 RM. Lama perjalanan Singapura-Malaka menempuh sekitar 4 jam. Setelah sesampainya di Malaka kami mencari tiket malam hari menuju Kuala Lumpur. Selagi masih menunggu bus yang sore hari kami jalan-jalan di sekitar Malaka menggunakan bus panaroma 1 RM.
Setelah puas berjalan-jalan di Malaka kami hampir saja telat karena saking lamanya muncul bus panorama untuk pulang. Jadi kami menaiki bus lain dengan harga 1 RM yang turun di terminal malaka. Kami berangkat menuju Kuala Lumpur pukul 19.30. Sesampainya di KL, kami diturunkan di MRT yang ada di bandara. Jahat sekali supir busnya, terpaksa kami puter-puter untuk nyari MRT yang turun di stasiun PWTC dan membayar 1,7 RM. Karena alamat couch kami yang ada di Couch Surfing di daerah tersebut. Kami langsung mengisi biodata kami di depan apartemen temen CS kami. Penjaganya adalah orang asing tampak orang timur tengah. Lalu kami langsung menuju nomer apartemen menggunakan lift. Sesampainya di apartemen si cewek bule asal Netherland itu, kami sempet memencet bel 2 kali. Di depan pintu apartemennya terlihat hiasan chinese "gong xi fat choi." Lalu dibukakanlah pintu masuk apartemen tersebut, dan yang keluar adalah lelaki India berkebangsaan Malaysia. Lalu kami menanyakan apakah ini benar tempatnya bule cewek asal Netherland tersebut. Cowok itu langsung mengiyakannya. Kita langsung salaman dan saling memperkenalkan diri setelah masuk ke apartemennya. Ternyata ada 1 orang cowok asal India juga, dan asal kalian tahu kenapa saya bilang "cowok." * Dia ganteng loh, beda dengan orang India lainnya. Orangnya bersih, ga bau badan, cakep, dan tajir. Ternyata dan ternyata pemilik apartemen itu adalah orang yang pertama kali membuka pintu itu dan siapakah cewek bulu tersebut?? Hmm, sebelumnya saya mau cerita dulu pas pertama kali melihat apartemen dengan gambar yang cukup "wah." Saya sempat bertanya-tanya sama temen saya, "bener nih, kita bakal stay disini?." Gambarnya cukup punya rasa seni, karena gambaran di tembok ini mempunyai arti dan makna.
Apartemen "R"
Nah, sekarang saya akan menceritakan siapa cewek bule itu? Ternyata dia adalah pacarnya temen yang punya apartemen tersebut. Sayangnya, ketika disana kami malah tidak sempat bertemu dengan dia. Tapi kami cukup senang disambut ramah dengan kedua cowok ini. Yang 1 pekerjaannya adalah pilot, dan yang 1 nya lagi dia memiliki 3 apartemen di Malaysia. Yah, kami mulai beres-beres tas kami, dan kami dapat kamarnya si cewek bule karena dia tidak akan pulang seharian dari taman kota. Dan kamarnya cukup mencengangkan maklum karena kami takut menganggu privasi pribadi miliknya kami tidak sepenuhnya membereskan dan membersihkan. Dan sebelum kami tidur kami asik berbincang-bincang dengan cowok-cowok tersebut. Dan mereka pun akhirnya siap-siap buat clubbing. Kami menolak ajakannya dikarenakan temen aku yang tidak mau ke tempat tersebut. Kami pun makan mie yang kami bawa dari Indonesia dan Wifi-an. Sampai akhirnya kami tidur di kamar. Dan kami sempat lupa bahwa pacar si bule cewek itu mau ngambil barang di kamar. Dia sudah mengetuk kamar kami sangat lama. Akhirnya salah satu dari kami terbangun dan kami pun sempat terbangun. Tapi, dia sangat ramah orangnya. Kami pun tidur kembali untuk mempersiapkan besok hari keliling Kuala Lumpur.




Minggu, 08 April 2012

Hari Kedua (Singapura)

Di Singapura, jam 07.00 pagi itu masih cukup gelap. Kami sholat subuh jam 06.30, kemudian mandi, makan chicken curry rice yang dibelikan oleh mbak "W", dan siap-siap menuju tempat yang akan kita jelajahi. Kami berangkat jam 09.00 pagi, berhubung apartemennya mbak "W" dekat dengan stasiun MRT saya tinggal jalan kaki 3 menit kurang. Beruntungnya saya dipinjami kartu EZ Link oleh teman saya waktu di Indonesia yang isinya $8. Teman saya akhirnya membeli kartu tersebut di loket pembayaran seharga $12 yang isinya $7. Melihat jalannya orang Singapura, sangat beda jauh dengan di Indonesia. Disana mereka berjalan cepat dan rapih. Saking cepatnya kami harus ikut cepat dalam hal jalan kaki. Di Singapura kami mengikuti itinerary yang kami buat kami menuju Tekka Mall (Little India) (kebanyakan orang India disini paling malas kalau diajak tanya jawab dan saya lebih prefer buat ngajak tanya jawab dengan orang China di Singapura) lalu menuju ke Bugis Area (OG. Dep. Store, Bugis Street) kami belanja disini buat oleh-oleh, kaos, dan jam tangan cukup terjangkau harganya dibanding di Bugis Junction, Kampong Glam, Sultan Mosque disini kami sholat harus memakai jilbab dan kerudung yang disediakan di depan masjid, National Library, St. Joseph Church)-City Hall (Cathedral of The Good Shepherd, Chijes)-Esplanade-Merlion Park-Raffles Statue-Boat Quay-China Town (Pagoda Street). Naik bus ke Orchad Road disana kami beli cokelat yang termasuk murah dibanding tempat lainnya, jalan kaki melewati istana dan terus ke Bras Basah Road belok kiri ke Selagie Road. Dan sorenya kami menuju ke arah Marina Bay. Di Marina Bay, kami mengunjungi Marina Square kemudian menunggu malam hari untuk water cruise. Water Cruise tour kami dapat dengan harga $18 per orang. Sayangnya kami tidak sempet nonton pertunjukan yang diadakan pada malam hari itu. Dan akhirnya kami pun balik menuju apartemen mbak "W". Kami pun beli makanan halal nasi lemak yang ada di sekitar stasiun MRT khatib, kualitas makanannya "A" loh. Akhirnya kami tidur, karena besok lanjut menuju Malaysia. "Yeay".

Hari Pertama (Jakarta-Singapura)

Pada Tanggal I Maret 2012 saya menggunakan maskapai penerbangan yang cukup murah ke Singapura. Kebetulan saya memesan tiket 3 bulan sebelum keberangkatan dan itu masih promo. Harga tiket Jakarta-Singapura yang saya dapat yaitu Rp.170.000 melalui agen utiket. Kalau mau nyari tiket murah bisa melalui utiket. Waktu itu kedua teman saya beli duluan di websitenya langsung malah lebih mahal padahal kita juga bareng menggunakan maskapai penerbangan tersebut. Nah, Pada saat itu pertama kalinya saya naik pesawat, pertama kalinya ke luar negeri, dan sekaligus 3 negara yang saya kunjungi dalam 10 hari. Perjalanan dari Bandung saya mulai dari pukul 15.30 dan sampai di Jakarta International Airport (CGK) pukul 18.30. Saking macetnya Jakarta saya hampir telat buat check in. Jadwal penerbangan saya sendiri pukul 08.05 PM-10.50 PM. 1 jam sebelum keberangkatan harus check in terlebih dahulu. Dan ketika saya datang, antrian cukup lumayan. Saya pun membawa Ransel yang cukup berat beserta tas travel. Saya kira saya bakal kena cas bagasi dan untungnya tidak masalah. Tapi pas masuk gerbang berikutnya saya disuruh memasukkan tas travel ke bagasi, tapi untungnya tidak kena bayaran. Setelah itu penerbangan dimulai.
Sesampainya di Changi Airport, saya menuju ke imigrasi kemudian segera mencari free shutle bus dan kemudian turun bersama penumpang yang lain. Saya mencari nomer bus yang akan turun di tempat itu. Berhubung penginapan saya berada di Khatib Road, saya cari tempat yang ada nomer bus 858. (Bayar Busnya 1,8 SGD tapi kalo ga ada 2 SGD dicemplungin di deket supir). Lalu bilang ke supir, " Let me know if we reach khatib station." 
Saya cukup dibuat bingung, karena kami menginap di tempat saudaranya teman. Kemudian di dalam bis, saking takutnya kesasar saya mencoba nanya penumpang yang duduk di sebelah saya. Saya penasaran dengan kartu EZ Link yang dipinjamkan teman buat saya. Penumpang yang duduk di sebelah saya memegang kartu tersebut. Kemudian saya mencoba tanya " Permisi, apakah bis ini menggunakan kartu EZ Link ini?." (menggunakan bahasa Inggris). Kemudian Penumpang China itu malah jadi bikin tambah bingung jawabnya. Dia tampaknya tidak bisa Bahasa Inggris dengan fasih. Kemudian, dia mengeluarkan Handphonenya. Jeng Jeng Jeng, keluarlah iPhone. Hahaha, kemudian kami malah asik mengobrol dengan kemampuan bahasa China saya yang sangat minim sampai kemudian saya juga tahu kalo kartu tersebut bisa digunakan di MRT dan juga di LRT. Sampai akhirnya si supir berkata sudah sampai Khatib, kami pun "say goodbye". 
Sesampainya di Apartemen, saya sempet kesasar berkali-kali karena banyaknya nomer. Kemudian kami pun bertanya sama orang yang sedang duduk diam di daerah apartemen. Kemudian, sampailah kita bertamu di apartemen mbak "W". Sesampainya di sana kami pun langsung istirahat karena besok hari waktunya kami menjelajahi Singapura dalam sehari.