Kami berangkat dari apartemen di Khatib sekitar jam 8 pagi, kebetulan tempat kami tinggal sangat dekat dengan tujuan bis menuju tempat perbatasan. Kami pun masukin uang $2 karena habisnya isi kartu EZ Link dan malas ngisi lagi. Kemudian kami menuju tempat terminal bis interchange di Yishun. Kami naik bus lagi warna ungu di Yishun Interchange yang nama busnya sbs transit tapi saya lupa nomer busnya kalau tidak salah bus No.357/356 kemudian masukin uang $2 di dekat supir. Kemudian sesampainya di perbatasan imigrasi kami menggunakan bus sbs transit No.7 lagi tapi tidak perlu bayar lagi, saking bodohnya saya, mengeluarkan $2 lagi ketika naik bus menuju Terminal Larkin Johor Baru. Sedikit beramal tidak apa-apa lah. Lalu kami menuju ke Malaka dengan membeli bus seharga 19 RM. Lama perjalanan Singapura-Malaka menempuh sekitar 4 jam. Setelah sesampainya di Malaka kami mencari tiket malam hari menuju Kuala Lumpur. Selagi masih menunggu bus yang sore hari kami jalan-jalan di sekitar Malaka menggunakan bus panaroma 1 RM.
Setelah puas berjalan-jalan di Malaka kami hampir saja telat karena saking lamanya muncul bus panorama untuk pulang. Jadi kami menaiki bus lain dengan harga 1 RM yang turun di terminal malaka. Kami berangkat menuju Kuala Lumpur pukul 19.30. Sesampainya di KL, kami diturunkan di MRT yang ada di bandara. Jahat sekali supir busnya, terpaksa kami puter-puter untuk nyari MRT yang turun di stasiun PWTC dan membayar 1,7 RM. Karena alamat couch kami yang ada di Couch Surfing di daerah tersebut. Kami langsung mengisi biodata kami di depan apartemen temen CS kami. Penjaganya adalah orang asing tampak orang timur tengah. Lalu kami langsung menuju nomer apartemen menggunakan lift. Sesampainya di apartemen si cewek bule asal Netherland itu, kami sempet memencet bel 2 kali. Di depan pintu apartemennya terlihat hiasan chinese "gong xi fat choi." Lalu dibukakanlah pintu masuk apartemen tersebut, dan yang keluar adalah lelaki India berkebangsaan Malaysia. Lalu kami menanyakan apakah ini benar tempatnya bule cewek asal Netherland tersebut. Cowok itu langsung mengiyakannya. Kita langsung salaman dan saling memperkenalkan diri setelah masuk ke apartemennya. Ternyata ada 1 orang cowok asal India juga, dan asal kalian tahu kenapa saya bilang "cowok." * Dia ganteng loh, beda dengan orang India lainnya. Orangnya bersih, ga bau badan, cakep, dan tajir. Ternyata dan ternyata pemilik apartemen itu adalah orang yang pertama kali membuka pintu itu dan siapakah cewek bulu tersebut?? Hmm, sebelumnya saya mau cerita dulu pas pertama kali melihat apartemen dengan gambar yang cukup "wah." Saya sempat bertanya-tanya sama temen saya, "bener nih, kita bakal stay disini?." Gambarnya cukup punya rasa seni, karena gambaran di tembok ini mempunyai arti dan makna.
![]() |
| Apartemen "R" |
Nah, sekarang saya akan menceritakan siapa cewek bule itu? Ternyata dia adalah pacarnya temen yang punya apartemen tersebut. Sayangnya, ketika disana kami malah tidak sempat bertemu dengan dia. Tapi kami cukup senang disambut ramah dengan kedua cowok ini. Yang 1 pekerjaannya adalah pilot, dan yang 1 nya lagi dia memiliki 3 apartemen di Malaysia. Yah, kami mulai beres-beres tas kami, dan kami dapat kamarnya si cewek bule karena dia tidak akan pulang seharian dari taman kota. Dan kamarnya cukup mencengangkan maklum karena kami takut menganggu privasi pribadi miliknya kami tidak sepenuhnya membereskan dan membersihkan. Dan sebelum kami tidur kami asik berbincang-bincang dengan cowok-cowok tersebut. Dan mereka pun akhirnya siap-siap buat clubbing. Kami menolak ajakannya dikarenakan temen aku yang tidak mau ke tempat tersebut. Kami pun makan mie yang kami bawa dari Indonesia dan Wifi-an. Sampai akhirnya kami tidur di kamar. Dan kami sempat lupa bahwa pacar si bule cewek itu mau ngambil barang di kamar. Dia sudah mengetuk kamar kami sangat lama. Akhirnya salah satu dari kami terbangun dan kami pun sempat terbangun. Tapi, dia sangat ramah orangnya. Kami pun tidur kembali untuk mempersiapkan besok hari keliling Kuala Lumpur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar