Kami pun berangkat dari apartemen sekitar jam 07.00 pagi, dengan meninggalkan pesan di kertas. Segera ke Stasiun MRT di PWTC menuju ke stasiun Puduraya. Lalu kami mencari bus menuju Penang dan keberangkatannya jam 08.00 pagi. Kami hampir saja telat, untungnya kami sampai 15 menit sebelum keberangkatan bus. Saya mendapatkan tiket bus seharga 31 RM. Di dalam bus sangat dingin dengan perjalanan yang cukup lama sekitar 2,5 jam. Lalu sesampainya di Penang kami menyeberangi laut menuju Georgetown. Sesampainya di Georgetown naik free shutle bus kemudian turun dan naik taksi untuk mengelilingi dalam waktu sebentar. Hanya 2 tempat yang kami kunjungi, yaitu Peranakan Penang Mansion dan Boutique Chocolate. Masuk ke Peranakan Penang Mansion 10 RM. Kemudian kami memutari isi perumahan megah tersebut. Rumahnya penuh dengan barang antik dahulu kala dan cukup menyeramkan seperti rumah di film-film vampir China. Kemudian kami menuju ke Chocolate Boutique disana kami membeli cokelat dengan harga yang cukup terjangkau. Harga taksi untuk mengelilingi Penang 20 RM. Kalau saja kita punya waktu banyak duit taksi itu cukup mengelilingi seluruh Penang. Sebelum kami menaiki taksi kami membeli dahulu tiket minivan seharga 29RM ke Hatyai berhubung keberangkatan ke Krabi sudah lewat. Perjalanan kami mulai dari jam 16.00, menempuh waktu sekitar 3-4 jam menuju Hatyai. Di dalam minivan kami bilang ke supir untuk diturunkan di tempat untuk mencari bus menuju Krabi. Walaupun supir tersebut tidak terlalu fasih berbahasa Inggris dia sangat baik dan ramah. Kami pun berhenti terlebih dahulu di daerah Hatyai, dan membayar 1 RM untuk membeli surat yang akan diisi untuk imigrasi. Kemudian kami menuju ke tempat imigrasi Malaysia dan melanjutkan lagi perjalanan menuju keimigrasian Thailand. Nah, disini banyak banget yang ngantri, jadi kami cukup mengantri lama disini. Lalu kami lanjut lagi, kemudian supir tersebut sangat baik. Beliau mengantarkan kami menuju agen bus malam menuju Krabi. Setelah itu saya membeli tiket bus seharga 290 Baht. Selagi kami menunggu bus yang keberangkatannya pukul 20.00, kami makan noodle soup di Thailand dengan harga 40 Baht. Ketika memasuki bus ada tatapan mata dan senyuman dari bule ganteng ke arah saya. Dan kebetulan saya duduk di depannya. Teman saya pun menantang saya untuk berkenalan dengannya. Dengan rasa tanpa malu, langsung saja saya menghampirinya dan berkenalan di dalam bus. *Ups malah curcol. Cerita kisah ini nanti saja ya.. Didalam bus diputar alunan musik Thailand, dan bus tersebut ada yang banjir tampaknya dari AC. Temen saya pun pindah tempat duduk. Perjalanannya cukup memakan waktu lama dan kami sampai tengah malam. Kami pun say goodbye dengan bule bernama "DAN" tersebut. Disana kami langsung dihampiri orang Thailand yang mencarikan kendaraan tuk-tuk buat kita. Kami membayar tuk-tuk perorang 60 Baht. Kemungkinan mahal dikarenakan tengah malam dan kami cewek bertiga. Diantarlah kami menuju Guest House yang ada di buku mbak CK, tapi ternyata karena mahal dan tidak ada tempat buat 3 orang kami langsung dicarikan alternatif oleh pengendara tuk-tuk tersebut. Pengendara tuk-tuk tersebut mengantarkan kami ke Guest House yang cukup murah dan tidak jauh dengan night market. Saya membayar 150 Baht buat penginapan karena penginapan buat 4 orang dihitung menjadi 3 orang. Cukup rapih, bersih, nyaman, dan bisa Wifian gratis dalam kamar juga kamar mandi dalam. Tahu kenapa bersih? tiap malam saya buang sampah ke tong sampah 5 menit saya ingin buang sampah lagi selalu kosong lagi tempat sampahnya. Guest House ini tidak disebutkan di Referensi buku mbak CK. Dan kami pun langsung cuci muka, solat dan kemudian tidur untuk perjalanan besok di sekitar Krabi.
terkadng kita malu terhadap negara tetangga.. tapi apa lahhhh daya... nasib kita
BalasHapus