Laman

Jumat, 26 Januari 2018

Porto, Portugal 2016

Pada tanggal 25 Mei 2015 dimana adalah sehari setelah ulang tahunku, aku merencanakan untuk pergi solo menuju Porto dari Copenhagen menggunakan pesawat promo "RA" seharga 229 dkk. Aku berangkat dari Copenhagen dari jam 21.25 dan sampai di Porto pada jam 23.50. Aku telah membooking 4 bed mixed room dengan harga 32 Euro untuk 2 malam di hostel "Garden House Hostel" dimana sangat bersih, dapat free breakfast, dan pelayananan yang ramah (recommended) yang terletak di tengah-tengah kota melalui hostelworld. Dari airport menuju hostel dengan tidak banyaknya transportasi umum lainnya, terpaksa menggunakan taksi yang sempat mengecohku untuk memutari jalan dan aku membayar 50 euro. 

Porto, Portugal 2016

Sesampainya di hostel, mereka menyarankanku untuk menuju klub malam dikarenakan pada saat itu adalah liburan nasional dan waktu check in mulai jam 6 pagi. Aku pun menitipkan tas di hostel dan bergegas menuju tempat yang disarankan hostel dan berjalan seorang diri mencari tempat tersebut. Aku melihat 3 orang gadis baru turun dari mobil yang telah diparkir, dan aku menanyakan alamat tersebut. Mereka pun mengajakku untuk ikut dengan mereka berhubung mereka pun berencana untuk pergi ke daerah tersebut untuk party. Aku pun mengikuti mereka dan mengobrol bersama mereka menuju tempat tersebut. Sesampainya disana, mereka mengenalkanku ke teman cewek lainnya yang ternyata masih mahasiswa dan disana terdapat banyak mahasiswa erasmus. Kita pun pergi ke banyak tempat party di daerah tersebut dengan gratis entrance karena mengikuti mereka. Oke, singkat cerita aku cukup gila pada malam itu dan ended with someone. Keesokan paginya, aku segera menuju hostel dan beristirahat setelah party dimana aku berencana bangun kembali pada jam 12 siang. Aku pun bangun dan berjalan-jalan sendiri mengelilingi porto, dimulai dari daerah dekat stasiun tua, central dimana terdapat tulisan besar PORTO, market makanan dan berkeliling mengitari daerah sekitar pelabuhan. Pada waktu lunch sendirian di Restaurant bernama "Costa", tiba-tiba ada seseorang yang memperhatikanku terus-terusan. 

Makan bebek (lupa nama menunya) di Costa

Dan ketika aku berencana untuk membayar makanan, seorang waitress berkata bahwa seseorang telah membayarnya. Kemudian orang yang menatapku, datang menghampiriku dan berkata kalau dia sukarela membayar makananku dimana aku sempat menolak akan tetapi dia meyakiniku dengan mengenalkan dirinya. Setelah itu, kita berbicara dan dia memberiku ajakan untuk mengguideku berkeliling Porto. Dia mengajakku ke gereja terkenal yang terdapat catacomb di dalamnya, kemudian ke tempat library dimana terkenal dengan miripnya tangga yang menyerupai film "Harry Potter". 












Ketika itu, kita pun berpisah sementara dimana aku balik ke hostel untuk beristirahat dan berencana untuk makan malam bersama. Aku bertemu dengan seorang wanita solo travel di dalam satu kamar dan dia mengajakku untuk makan francensinha (makanan terkenal yang wajib dicoba) bersama di Cafe Santiago. Aku pun mengajak seseorang yang sebelumnya aku temui untuk ikut bersama-sama kesana. Kita bertiga pun bertemu dengan mengantri untuk bisa makan di cafe santiago yang terkenal dengan makanan tersebut. Setelah hampir setengah jam menunggu, kita pun mendapat panggilan untuk bisa makan dan aku mengambil menu dimana tanpa menggunakan bacon di dalamnya. Kita pun membeli munuman wine port yang terkenal di daerah porto. 

Francensinha di Cafe Santiago

Setelah itu, kita pulang dan aku mengajak teman sekamarku untuk berjumpa dengan teman cewek-cewek yang sempat aku temui di klub malam. Kita pun party bersama-sama mengunjungi banyak bar dan setelah kecapaia, aku pun pulang dengan teman sekamarku. 

Party bersama Cewek-Cewek

Keesokan harinya, aku dan teman sekamarku, berencana untuk mengikuti "free tour" yang diadakan tempat hostel jam 10 siang. Kita pun mengelilingi Porto lebih lengkap dengan cerita sejarah di dalamnya. Kemudian, aku berencana bertemu kembali dengan seseorang yang waktu itu aku temui dengan teman sekamarku untuk mengitari malam hari Porto setelah siang harinya aku menghabiskan waktu di pantai. Kita pergi menuju puncak Porto, jembatan yang disebut "Gustavo Eiffel" , dan diakhiri dengan karaoke bar untuk malam terakhir aku di Porto.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar